Libur Sekolah, Taman Wisata Kharisma Sidakaton Diserbu Pengunjung
WISATA - Taman Wisata Kharisma Sidakatin, Kabupaten Tegal diserbu pengunjung selama liburan sekolah. (Foto: Redaksi)
GEMA PANTURA - Taman Kharisma yang berada di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Brebes menjadi destinasi wisata tersendiri bagi warga Tegal dan sekitarnya. Tempat wisata yang menawarkan berbagai wahana hiburan anak ini menjadi hiburan alternatif warga lantaran tidak banyak menguras isi dompet.
Apalagi, untuk masuk ke lokasi wisata tersebut pengunjung tidak ditarik biaya masuk alias gratis. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas hiburan, khususnya bagi anak-anak seperti ayunan dan perosotan. Di dalam, mereka juga bisa menikmati aneka satwa burung dan lainnya.
Buat para pengunjung yang ingin bersantai bareng keluarga, pengelola juga menyediakan fasilitas tempat duduk yang representatif. Dan untuk urusan perut, pengunjung juga bisa mendapatkan beragam kuliner yang bisa dibeli di foodcourt. Taman Kharisma ini juga sangat instagramable, karena banyak dihiasi lampion yang berjajar di sekitar aman.
Keberadaan Taman Kharisma di Desa Sidakaton tidak terlepas dari nama seorang pengusaha muda asal desa setempat bernama Sayudi. Dari kocek pribadinya, ia kemudian membangun Pendopo Kharisma sebagai cikal bakal adanya taman wisata yang kini sudah tenar dikenal masyarakat luas.
"Tujuannya bukan semata menghadirkan tempat bersantai, tetapi juga menghidupkan suasana Desa Sidakaton yang selama ini dikenal sepi karena banyak warganya merantau,"ucap Sayudi ditemui Senin 6 Juli 2026.
Sayudi mengatakan, ide awal pembangunan pendopo muncul dari kepeduliannya terhadap para petani yang membutuhkan tempat berteduh saat bekerja di sawah.
"Jadi aku bikin pendopo ukurannya waktu itu masih kecil. Cuma pikiran aku waktu itu untuk neduh petani, barangkali petani itu kehujanan atau kepanasan dia enggak lari ke desa jauh, agar bisa neduh di tengah sawah," kata dia.
Seiring waktu, pendopo sederhana itu justru menjadi tempat berkumpul warga. Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Sayudi kemudian memutuskan memperluas kawasan tersebut.
"Cuma lama-kelamaan kok setiap pagi, sore banyak orang nongkrong pada ngumpul. Akhirnya aku mulai melebarkan. Itu pun enggak kepikiran sekarang makin ramai," ujarnya.
Menurut Sayudi, mayoritas warga Desa Sidakaton menggantungkan hidup dari usaha warteg. Ia memperkirakan sekitar 75 persen warganya berprofesi sebagai pengusaha warteg, sementara 25 persen lainnya merupakan petani.
"Desa ini rumahnya besar-besar, tetapi sering terlihat sepi karena sebagian besar warganya merantau untuk mengelola usaha warteg di berbagai daerah," ucap Sayudi.
Atas dasar itu, ia ingin menghadirkan ruang publik yang dapat menarik masyarakat datang dan membuat desa menjadi lebih hidup.
"Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ramai, makin dikenal di masyarakat," jelasnya.
Kini, Pendopo Kharisma dilengkapi beragam permainan anak dengan konsep ruang terbuka. Seluruh fasilitas tersebut dapat dinikmati pengunjung secara gratis tanpa dipungut biaya masuk.
Pembangunan kawasan itu dilakukan secara bertahap selama kurang lebih tiga tahun. Kini kawasan tersebut telah berkembang menjadi destinasi berkumpul bagi masyarakat.
Suasana kawasan juga terasa sejuk berkat hembusan angin persawahan yang dipadukan dengan pepohonan rindang yang tertata rapi di sekitar pendopo.
Ke depan, Pendopo Kharisma akan dilengkapi dengan fasilitas lintasan jogging. Kehadiran sarana tersebut diharapkan menjadi ruang olahraga sekaligus tempat berkumpul bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
Keberadaan Pendopo Kharisma juga membawa dampak positif bagi warga sekitar. Ramainya pengunjung membuka peluang bagi masyarakat untuk berjualan sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian desa.(Harvi)

0 Response to "Libur Sekolah, Taman Wisata Kharisma Sidakaton Diserbu Pengunjung"
Posting Komentar