Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji Menjadi Menteri Perindustrian, Pamor Wicaksono Mengaku Bangga
BERSAMA - Anggota Fraksi Golkar DPRD Brebes Pamor Wicaksono,SH tengah bersama Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji yang kini telah dilantik menjadi Menteri Perindustrian RI. (foto: ist)
GEMA PANTURA - Muhammad Sarmuji resmi mengemban tugas baru setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kehadiran sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar ini menandai babak baru bagi arah kebijakan sektor manufaktur dan industri nasional dalam jajaran Kabinet Merah Putih.
Pria kelahiran Surabaya, 10 Juni 1974 ini bukanlah nama baru dalam lanskap kebijakan publik dan ekonomi Indonesia. Sarmuji menempuh pendidikan sarjana di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jember dan kemudian meraih gelar Magister Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia.
Kombinasi latar belakang akademis di bidang ekonomi dan manajemen ini menjadi modal penting baginya dalam memimpin kementerian strategis yang membawahi sektor industri.
Rekam jejak kepemimpinan Sarmuji terasah sejak ia aktif di dunia pergerakan mahasiswa. Dirinya pernah dipercaya mengomandoi Koperasi Mahasiswa Universitas Jember sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua HMI Cabang Jember hingga menembus posisi Ketua Umum Pengurus Besar HMI (PB HMI).
Pengalaman organisasi kepemudaan tersebut membawanya masuk ke lingkaran Partai Golkar, di mana ia meniti karier dari bawah melalui AMPI dan AMPG, menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur, hingga mencapai posisi Sekjen DPP.
Sebelum dipercaya menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita di kursi menteri, Sarmuji memiliki portofolio panjang di lembaga legislatif. Ia sukses terpilih sebagai anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut dari daerah pemilihan Jawa Timur.
Di parlemen, ia aktif mengawal isu-isu krusial terkait perdagangan, investasi, keuangan negara, serta perlindungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sarmuji juga dikenal kuat memegang prinsip evidence-based policy, sebuah pendekatan kepengurusan publik yang menekankan pentingnya akurasi data lapangan dibandingkan sekadar pemenuhan target administrasi.
Kini, sebagai Menteri Perindustrian yang baru, tantangan besar telah menantinya. Publik menaruh harapan besar pada kepemimpinan Sarmuji untuk mengakselerasi hilirisasi industri nasional, memperkuat daya saing manufaktur di pasar global, serta menciptakan ekosistem industri yang inklusif bagi seluruh lapisan pelaku usaha di Indonesia.
Pelantikan Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian baru pada 1 Oktober 2026 mendapat sambutan hangat dan apresiasi luas dari berbagai kader Partai Golkar di daerah, termasuk dari Pamor Wicaksono, politisi senior Partai Golkar sekaligus anggota DPRD Kabupaten Brebes.
Pamor Wicaksono menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar tersebut untuk menahkodai sektor industri nasional.
"Kami atas nama keluarga besar Partai Golkar di daerah mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian. Penunjukan ini merupakan bukti nyata kepercayaan negara terhadap kapasitas dan komitmen beliau dalam membangun bangsa," ujar Pamor.
Anggota DPRD Brebes ini juga menyelipkan doa dan harapan agar seniornya di partai berlambang pohon beringin tersebut dapat mengemban tanggung jawab baru ini dengan baik.
"Selamat menjalankan tugas, semoga amanah dan senantiasa diberikan kelancaran dalam membawa industri nasional ke arah yang lebih maju, tangguh, serta berdaya saing global," pungkasnya.
Apresiasi dari tingkat daerah ini mencerminkan soliditas serta dukungan penuh kader Golkar di seluruh lini terhadap posisi strategis yang kini diemban oleh Sarmuji di Kabinet Merah Putih. (Harvi)
