Panitia HUT RI Kec.Kersana Bersitegang Saat Nagih Uang di Pasar. Korwil dan SD Dimintai Sampai Rp.15 Juta
BERSITEGANG - Kasi Trantib Kecamatan Kersana, Brebes bersitegang dengan petugas pasar saat penagihan iuran HUT RI ke 81.
GEMA PANTURA (BREBES) - Persiapan pelaksanaan peringatan Hari Jadi Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 di tingkat Kecamatan Kersana menuai protes. Pasalnya, salah satu petugas dengan seragam Trantib bersitegang dengan seseorang saat proses penarikan sumbangan yang nominalnya telah dipatok atau ditetapkan.
Dalam vidio tersebut, seseorang yang kemungkinan adalah seorang karyawan pasar mengaku keberatan dengan nominal sumbangan HUT RI yang telah dipatok. Selain vidio, juga beredar list sumbangan HUT RI ke 81 dari panitia tingkat Kecamatan Kersana.
Dimana, panitia meminta sumbangan dengan jumlah yang cukup fantastik. Diantara yang menjadi objek penarikan sumbangan HUT RI Kecamatan Kersana diantaranya, 5 perusahaan (PT) Masing-masing diminta Rp.5.000.000, Korwil dan SD se-Kecamatan Kersana Rp.15.000.000, Kades Se-Kecamatan Kersana Rp.19.500.000, Pasar Kersana Rp.2.000.000, Puskesmas Rp.2.000.000, SMP negeri masing-masing Rp.1.500.000 dan masih banyak lagi instansi dan kantor lain yang ditariki dengan nominal yang berbeda-beda.
Menanggapi hal itu, Camat Kersana Agus saat dihubungi awak media mengaku kalau dirinya baru saja mengikuti rapat POK di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT). Dan saat disinggung terkait vidio penarikan uang HUT RI oleh petugas kecamatan, ia hanya mengatakan kalau nanti baru bisa jelas setelah ketemu dengan yang bersangkutan.
"Alhamdulillah sehat mas . Ini sy baru rapat POK di KPT mas ...Nanti setelah ketemu dg ybs, baru jelas," jawab Agus dipesan WhatsApp. Dalam keterangannya, Camat menyebut kalau penarikan di Pasar Kersana yang di targett 2 juta, hanya cuma memberi 500 ribu. "Untuk pasar kita minta ke pedagang, tapi diakomodir Demang, dan realisasinya hanya ngasih 500 ribu," ujar Camat.
Sementara, Andre yang merupakan PLj Kasi Trantib Kecamatan Kersana mengaku, dirinya tidak maksud untuk mengintimidasi dengan cara menggebrak meja saat menagih sumbangan HUT RI. "Saya tidak bermaksud kasar, saya hanya minta kejelasan terkait sumbangan, sebagai wujud transparansi," jelas dia.
Selain pasar, lanjut Andre, penarikan juga sudah dilakukan ke sejumlah perusahaan/PT. Namun dari target per perusahaan 5 juta, mereka hanya memberi masing-masing 1 juta. (Harvi)
