Canaker Mengaku Belum Menerima Uang Pengembalian Pungli Oleh Oknum Serikat Buruh
Foto: Ilustrasi.
GEMA PANTURA (BREBES) - Salah seorang calon tenaga kerja asal Brebes mengaku kalau banyak pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum yang mengaku bisa memasukan seseorang menjadi karyawan pabrik. Mereka memanfaatkan kondisi masyarakat yang saat ini tengah mengharapkan kesempatan untuk bekerja.
Kepada awak media, calon pekerja yang sempat melamar pekerjaan ke pabrik yang ada di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung menyebut kalau dirinya diminta uang 2 juta sebagai syarat untuk bisa diterima sebagai karyawan pabrik.
Uang tersebut diminta dan kemudian di kirim via transfer ke rekening milik 'A', orang serikat pekerja. "Setelah saya menyerahkan uang itu, dia mengaku akan memasukan saya sebagai karyawan pabrik. Ia juga berjanji akan mengembalikan uang apabila tidak diterima,"ujar seorang canaker di voicenote-nya.
Namun sampai dengan sekarang, uang tersebut tidak kunjung dikembalikan. "Saya menyerahkan uang sejak bulan Mei, bahkan ada yang sudah setor sejak bulan Januari. Tapi mereka belum menerima pengembalian uang-nya,"tambah dia.
Ia menyebut, praktek pungli tidak hanya terjadi di wilayah Kemurang, Tanjung. Praktek serupa juga terjadi di wilayah Cimohong, Bulakamba. Bahkan itu dilakukan oleh seorang oknum pamong berinisial 'M'.
Menanggapi adanya kabar tentang pungutan terhadap calon tenaga kerja, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut. Bahkan persoalan itu sudah diselesaikan oleh pihak yang terlibat. Termasuk mengembalikan uang milik canaker.
Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa, Pemkab Brebes secara resmi telah mengeluarkan surat edaran untuk mengantisipasi adanya Pungli terhadap calon tenaga kerja.(Harvi)
