Beredar Keluhan Calon Tenaga Kerja Ihwal Upeti Rp.2 Juta untuk Masuk PT GEI Oleh Ormas
MENGELUH - Warganet mengeluhkan adanya praktek pungutan yang dilakukan oleh Ormas untuk bisa masuk menjadi karyawan pabrik. (ft: SC)
GEMA PANTURA (BREBES) - Warga kelas bawah seolah ditakdirkan menjadi sapi perahan di era sekarang ini. Apalagi bagi mereka yang tengah mendambakan untuk bisa bekerja di pabrik yang kini menjamur di Kabupaten Brebes. Bukannya dipermudah untuk bisa mendapatkan lapangan kerja, beberapa oknum malah memanfaatkan keberadaan pabrik untuk praktek memperkaya diri.
Seperti disampaikan Umi Khanza di laman Facebook, ia menyampaikan tentang kondisi yang pernah dialami dirinya saat ingin mendaftarkan diri sebagai karyawan di perusahaan di wilayah Tanjung, Brebes. Namun keinginan untuk bisa mendaftar kerja di PT. GEI ia urungkan. Pasalnya, berdasarkan informasi yang ia dapat, ada pungutan uang pendaftaran yang dirasa sangat besar bagi dirinya dan warga miskin lainnya.
Dimana, uang pungutan pendaftaran mencapai Rp.2 juta untuk setiap pekerja laki-laki. Berikut teriakan @Umi Khanza di laman Facebook: "Mas mba aku arep takon jarene apa bener ndaftar neng PT GEI kudu mbayar soale aku arep ndaftar meng GEI....Tapi jarene kancane bojo wong lanang kudu mbayar 2 juta, dan kue kudune mbayar neng katang taruna setempat. Jujur aku bingung kue duite masuk PT apa dipangan dewek ya....masa iya wong desane dewek dipersulit..."
Keluhan serupa juga diutarakan warga lainnya di laman yang sama. Menurutnya, para calon kepala desa di Desa Kemurang Wetan harus bisa menjauhi orang-orang yang memiliki prilaku pemalas yang hanya bisanya memeras warga.
Apalagi, mereka sampai bisa mengendalikan pemerintahan desa. Kondisi itu tentu akan memperburuk citra desa karena ulah oknum yang meminta upeti dari para pekerja pabrik. Berikut cuitan lengkapnya: "padahal sing njaluki duit wis tua pada nduwe anak. Lamon dewek anake dipalak kaya kue pime. Tolong kanggo calon lurah Kemurang Wetan layak dan wajib ngadohi wong males kerja, sing bisane njaluki duit tok ora gelem kesel"
"Ora usah wedi kalah. Ari wedi ora usah dadi lurah. Pan go apa dadi pemimpin desa di setir ning wong males kaya kue. Njaluki duit neng wong sing pan kerja. Rika kue pasti nduwe pikiran, rumangsa nduwe anak tangga dulur, lamon dipersulit kaya ngerasa dikerjain"tulis warga lainnya.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Karang Taruna Kabupaten Brebes Aji Jumantoro mengaku membenarkan adanya penarikan uang 2 juta dari calon tenaga kerja untuk bisa masuk ke PT GEI. Menurutnya, dari keterangan yang ia dapat dari pengurus Karang Taruna desa setempat, uang tersebut tidak semuanya masuk ke Karang Taruna.
"Dari keterangan yang saya dapat dari pengurus, Karang Taruna desa cuma menerima 500 ribu per orang, dan selebihnya masuk ke oknum orang perusahaan," jelas dia. Uang tersebut konon katanya sudah dipakai untuk belanja, termasuk membeli sound system untuk kegiatan senam.
Pihaknya pun menyayangkan adanya keterlibatan Karang Taruna dalam praktek tersebut. "Tentu kami sebagai pengurus Kabupaten sangat menyayangkan kejadian itu. Dan kami sudah meminta kepada Karang Taruna desa untuk berhenti melakukan itu lagi,"pungkas dia.(Harvi)
