220 Sekolah Dalam Kondisi Rusak, Disdikpora Brebes Sarankan Perbaikan Gunakan Dana BOS
Foto: Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Brebes Aditya Perdana, MSi.
GEMA PANTURA (BREBES) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes mencatat sebanyak 220 gedung Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayahnya dalam kondisi tidak layak pakai. Infrastruktur yang rusak tersebut dinilai dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikpora Kabupaten Brebes, Aditya Perdana MSi, menjelaskan bahwa pihak dinas telah selesai melakukan inventarisasi dan pendataan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas pendidikan di Kabupaten Brebes.
"Dari total 220 sekolah yang tidak layak tersebut, rinciannya terdiri atas 170 Sekolah Dasar (SD) dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP)," ujar Aditya kepada awak media, Jumat (31/7/2026).
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Brebes telah resmi mengusulkan seluruh daftar sekolah rusak tersebut agar mendapatkan bantuan perbaikan melalui program revitalisasi. Pada tahun anggaran 2026 ini, pelaksanaan revitalisasi tahap pertama sudah mulai berjalan di sejumlah sekolah yang menjadi prioritas utama.
Sementara itu, bagi sekolah yang belum masuk dalam daftar pencairan bantuan revitalisasi tahap awal namun mengalami kerusakan, Aditya mengimbau pihak manajemen sekolah untuk mengambil langkah mandiri yang taktis. Sekolah yang membutuhkan perbaikan kategori ringan pada ruang kelas atau komponen bangunan disarankan mengoptimalkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Sesuai nomenklatur dan regulasi yang berlaku, Dana BOS masih legal dan dapat dialokasikan untuk membiayai perbaikan ringan sekolah. Khususnya dalam kondisi darurat atau mendesak yang harus segera ditangani demi keselamatan siswa," pungkasnya.
Melalui sinergi program revitalisasi dan pemanfaatan Dana BOS ini, Pemerintah Kabupaten Brebes menargetkan seluruh kendala infrastruktur pendidikan di jenjang dasar dapat segera tuntas, sehingga tidak ada lagi siswa yang harus belajar di bawah bayang-bayang gedung yang rusak.(𝙷𝚊𝚛𝚟𝚒)
